89. Teknik
penyelidikan dengan kekuatan batin membutuhkan waktu yang relatif lama dan
harus dalam tingkatan kemurnian diri yang tinggi. Metode hipnosis tampaknya
menawarkan jalan pintas untuk menggali sejumlah ingatan akan kehidupan lampau
yang masih terpendam dalam pikiran bawah sadar. Metode ini kebanyakan digunakan
untuk menyembuhkan penyakit-penyakit kejiwaan. Memang ada orang-orang yang
ternyata kebal terhadap pengaruh hipnotis ini, oleh karenanya tehnik ini tidak
dapat dipakai secara universal untuk menelusuri ingatan kehidupan lampau. Namun
saat metode ini bisa diterapkan, hipnosis telah membuahkan hasil yang luar
biasa yang mendukung kebenaran doktrin Kelahiran kembali.
90. Bila
seseorang dapat dibawa kedalam keadaan terhipnotis secara mendalam,
kesadarannya akan menurun dan bawah sadarnya mulai berfungsi. Bila bawah sadar
dapat berfungsi, maka akan jelas sekali seseorang itu memiliki kemampuan untuk
mengingat kembali ingatan-ingatan yang tidak muncul dalam kesadaran normal.
Dalam keadaan ini, ingatan seseorang dapat mundur kembali pada kejadian dimasa
kanak-kanak, masa pertumbuhan, atau masa sebelum kelahirannya.
91. Ada
sejumlah kasus tercatat mengenai orang-orang yang mengingat kehidupan lampau
mereka dalam keadaan terhipnotis. Hasil kerja para pakar hipnosis di berbagai
negara dengan latar tradisi dan budaya yang beragam telah menemukan betapa
jelasnya ingatan kehidupan lampau. Beberapa dari kasus tersebut telah
diselidiki dan dibuktikan kebenarannya.
92. Selama
berabad-abad, telah banyak orang yang menyatakan dapat mengingat kehidupannya
yang lalu, sebelum dilahirkan kembali. Catatan yang tertua justru dari Eropa,
Pythagoras ( 582 – 500 SM ), seorang filsuf dan ahli matematika Yunani, ia
menyatakan dapat mengingat beberapa kehidupannya yang lalu.
93. Bukti-bukti
Kelahiran kembali yang paling mengesankan adalah berupa hasil riset dari Ian
Stevenson, seorang ilmuwan Amerika. Dr. Stevenson, yang adalah profesor di
bidang Psikiatri ( Ilmu kedokteran Jiwa ) di Universitas Virginia, memulai
risetnya di tahun 1958, dan ternyata kemudian disambut dan dikenal dunia
internasional. Selama bertahun-tahun, dia melaporkan secara rinci kasus-kasus
orang dewasa maupun anak-anak yang dapat mengingat kehidupan lampaunya, semuanya dilatar belakangi oleh metode riset
ilmiah secara cermat. Rekan ilmuwannya, Dr.Harold Leif, mengomentari riset Ian
Stevenson, sebagai berikut : “ Hanya salah satu dari dua kemungkinan, dia
membuat satu kesalahan besar atau
dia akan dikenal sebagai Galileo-nya abad XX ”. ( Dr. Harold Leif
dalam Journal of Nervous and Mental Disease, Vo. 165, No.3.1977 ).
Salah satu kasus penelitian Dr.Stevenson, adalah sbb :
Seorang
anak bernama Ravi Shankar, dilahirkan pada tahun 1951 di kota Kanay- India
Utara. Ayahnya bernama Ram Gupta; sejak berumur dua tahun si anak berkeras
bahwa ayah sebenarnya adalah seorang bankir bernama Jogeshwar. Dia juga
mengatakan bahwa pada kehidupan lalunya dia dibunuh dengan digorok tenggorokannya
oleh dua orang, Chaturi dan Jamahar. Sebagai bukti, si anak menunjukkan tanda
lahir dilehernya, yang memang bertanda lahir seperti bekas luka potong.
Penyelidikan kemudian membuktikan, bahwa ternyata setengah mil dari kediaman
mereka, ada seorang bernama Jogeshwar yang mempunyai seorang anak laki-laki
bernama Munna yang telah terbunuh, persis seperti yang digambarkan oleh Ravi
Shankar. Yang berwajib sejauh itu memang sangat mencurigai dua orang sebagai
pembunuhnya, seorang binatu bernama Chaturi dan seorang bankir bernama Jamahar,
namun mereka dibebaskan karena kurangnya bukti. Munna dibunuh enam bulan
sebelum Ravi lahir. Riset Dr. Stevenson terbukti kebenarannya secara sangat
rinci ( Dr. Ian Stevenson, Twenty Cases Suggestive of Reincanation. University Press
of Virginia, 1974. ).
94. Banyak
dari kasus-kasus seperti diatas mempunyai bukti yang sangat kuat, ialah bahwa
setelah kematian, seorang akan terlahir kembali dengan ingatan yang jelas pada
kejadian yang sangat dramatis pada kehidupan lampaunya. Sebaliknya, sejauh ini,
tidak pernah ada bukti-bukti yang dapat mendukung pandangan bahwa setelah
kematian seorang akan pergi Surga kekal atau Neraka kekal yang
tergantung pada perbuatan atau agama orang itu. Begitu pula dengan
pandangan Materialistik yang memiliki paham “Kemusnahan pada kematian ” .
95. Jumlah
para pemikir, filsuf serta ilmuwan yang menerima doktrin Kelahiran kembali
meningkat secara sangat mengesankan. Thomas Huxley, ilmuwan yang memperkenalkan
Sains pada abad XIX ke sistem pendidikan di Inggris, yang pula adalah ilmuwan
pertama yang mendukung teori Darwin, percaya bahwa kelahiran kembali adalah
doktrin yang benar-benar dapat diterima. Dalam bukunya “ Evolution and Ethics
and other Essays ”, dia menulis :
“
Pada doktrin kelahiran kembali, baik yang berasal dari pandangan kaum Brahmin
ataupun Buddhist, telah siap, semua sarana untuk menyusun pertahanan yang
beralasan yang menghubungkan kosmos(Alam Semesta) dengan manusia,… Tapi paham
yang adil ini belum lebih diterima dibanding
yang lainnya; dan para pemikir yang sembrono secara tak
berhati-hati menolaknya serta
mencampakkannya sebagai sesuatu yang jelas tak masuk akal. Sama halnya dengan doktrin evolusi;
doktrin kelahiran kembali berakar pada dunia yang nyata; dan mampu mendapatkan
dukungan-dukungan seperti argumentasi
yang kuat dari persamaan yang dapat memenuhinya.” (The Soul and the Universe ).
96. Professor
Gustaf Stromberg, ahli astronomi Swedia, ahli fisika yang adalah kawan
Einstein, juga menyebutkan paham Kelahiran kembali sebagai paham yang sangat
memikat hati sebagai berikut :
“
Banyak pendapat yang berbeda, mengenai dapat atau tidaknya jiwa manusia
ber-reinkarnasi ke dunia lagi. Pada tahun 1936 suatu kasus yang sangat menarik
dilaporkan dan diteliti secara luas oleh mereka yang berwajib di India .
Seorang
anak gadis (Shanti Devi dari Delhi) secara tepat dapat menggambarkan kehidupan lalunya (di Mattra,
lima ratus mil dari Delhi) yang berakhir sekitar setahun sebelum “ Kelahiran
keduanya ”. Dia menyebut nama suami dan anaknya serta memberi gambaran mengenai
riwayat hidup serta rumahnya yang lalu. Panitia penyelidik membawanya kerumah
keluarganya pada kehidupan sebelumnya, yang ternyata membenarkan segala
pernyataannya. Diantara
masyarakat India, Reinkarnasi adalah dianggap masalah biasa; hal yang mereka
anggap luar biasa pada kasus ini adalah sedemikian banyaknya hal yang dapat
diingat kembali oleh si gadis ini. Kasus
ini dan kasus-kasus yang sama dapat dianggap sebagai bukti tambahan tentang
teori kekuatan daya ingat.” ( San Fransisco Examiner, 28/8/1928 ).
97. Profesor
Julian Huxley, ilmuwan terhormat dari Inggeris, mantan Direktur Jenderal
UNESCO, percaya bahwa paham kelahiran kembali seirama dengan jalan pikiran ilmu
pengetahuan :
“
Tidak ada kekuatan yang dapat merintangi terlepasnya ‘Roh kehidupan kekal’
makhluk pribadi, pada saat kematiannya, dengan berbagai cara ; sama seperti
pesan-pesan radio yang terlepas dari pesawat pemancar radio dengan caranya
sendiri pula. Tapi, hendaknya dicamkan bahwa pesan-pesan radio hanya akan
berwujud kembali sebagai pesan setelah berkontak dengan struktur materi baru,
yakni pesawat penerima-radio. Pada Roh, kita keluar darinya. Kemudian… tak
pernah dapat berpikir atau merasakan lagi, bila tidak kembali “ berwujud “
dengan cara bagaimanapun. Kepribadian kita sangat didasari oleh jasmani kita,
yang dengan sendirinya tidak mungkin hidup dalam makna sebenarnya, tanpa adanya
“ Semacam badan “….. Saya dapat memikirkan sesuatu yang terlepas, yang sama
keadaannya, pada lelaki dan wanita, seperti pesan-pesan radio pada pesawat
pemancar; tapi dalam hal “ Kematian “ semestinya, seperti yang dapat dimaklumi
oleh siapa saja, yang terjadi adalah gejolak dalam berbagai bentuk yang
mengembara sampai mereka….. .datang
kembali dalam wujud kesadaran yang aktual, setelah berkontak dengan sesuatu
yang dapat bekerja sebagai “ pesawat penerima untuk batin “.
98. Henry
Ford, Industrialis Amerika, tertarik pada masalah kelahiran kembali, sebab,
tidak seperti paham agama lain, kelahiran kembali memberi kesempatan untuk
mengembangkan diri sendiri. Henry Ford berkata :
“ Saya menerima pandangan Reinkarnasi sejak saya berumur 26 tahun….., agama tidak menawarkan apapun dalam satu hal…. bekerja juga tidak memberi kepuasan yang lengkap, bekerja adalah hal yang sia-sia, bila kita tidak dapat menerapkan pengalaman yang kita kumpulkan pada satu kehidupan, pada kehidupan berikutnya. Sewaktu saya menemukan paham Reinkarnasi, rasanya seakan saya menemukan suatu rencana alam semesta. Saya sadar bahwa selalu ada kesempatan untuk melaksanakan ide-ide saya. Waktu bukan lagi suatu yang terbatas. Saya bukan lagi budak dari jarum-jarum jam…. Genius adalah suatu pengalaman. Ada pendapat yang menganggap, bahwa itu adalah karunia atau bakat, tapi sebenarnya itu adalah buah dari pengalaman-pengalaman yang panjang dalam beberapa kehidupan. Jiwa-jiwa ada yang lebih matang dari jiwa-jiwa yang lainnya…. Dengan mengetahui adanya Reinkarnasi, membawa ketenangan batiniah bagi saya… Apabila anda merekam percakapan ini, tulislah demikian ; bahwa ini memberi ketenangan batiniah. Saya suka berkomunikasi dengan yang lainnya tentang ketenangan yang diberikan oleh pandangan tentang kehidupan yang panjang.”
“ Para Bhikkhu, daur tumimbal lahir adalah tak berawal.
Terhadap makhluk yang berjalan tertatih-tatih dalam daur ini,
yang terkurung oleh kebodohan dan terikat oleh keinginan,
tak ada awal yang bisa disebutkan .”
--- ( Samyutta Nikaya 15 : 1 )
-oOo-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar