Senin, 18 Agustus 2025

16 Ciri Orang Yang Sulit Dinasihati

 

16 CIRI ORANG YANG SULIT DINASIHATI

Oleh : Tanhadi

 

(Kualitas batin dan perilaku yang membuat seseorang tidak mudah dibimbing atau berkembang dalam Dhamma)

 

1.      Mudah marah ketika dinasihati

-      Tidak bisa menerima teguran; langsung bereaksi dengan kemarahan.

 

2.      Menyimpan dendam

-      Memendam kebencian terhadap orang yang menegur atau memberi masukan.

 

3.      Membalas dengan kata-kata kasar

-      Menanggapi nasehat dengan ucapan menyakitkan atau menjatuhkan.

 

4.      Menyembunyikan kesalahan

-      Tidak mengakui kesalahan atau berusaha menutupinya.

 

5.      Berbohong ketika ditegur

-      Mengatakan hal tidak benar demi membela diri.

 

6.      Menolak menerima kebenaran

-      Tidak mau mengakui kebenaran meski sudah jelas.

 

7.      Memutarbalikkan fakta

-      Membengkokkan kenyataan agar seolah tidak bersalah.

 

8.      Berdalih atau membuat alasan

-      Memberikan alasan-alasan tidak jujur untuk membenarkan diri.

 

9.      Mengecilkan kesalahan

-      Menganggap kesalahan sebagai hal sepele yang tidak perlu dipersoalkan.

 

10. Menunjukkan permusuhan terhadap penasihat

-      Menjadi tidak bersahabat atau bermusuhan terhadap yang memberi teguran.

 

11. Menuduh orang lain punya niat buruk

-      Meragukan ketulusan orang yang menasihatinya.

 

12. Mencari-cari kesalahan penasihat

-      Berusaha menyerang balik dengan membuka kelemahan orang lain.

 

13. Bersikap tidak hormat terhadap penasihat

-      Tidak menghargai posisi, usia, atau kebijaksanaan penasihat.

 

14. Sombong atas pandangan sendiri

-      Menganggap dirinya selalu benar dan lebih tahu dari siapa pun.

 

15. Tidak peduli terhadap teguran

-      Mendengarkan tapi tidak memedulikan atau merenungkan nasihat.

 

16. Tidak melihat perlunya perubahan

-      Merasa sudah cukup baik dan tidak perlu memperbaiki diri.

 

Catatan Penting:

Sutta ini menyarankan agar kita menggunakan daftar ini sebagai cermin untuk diri sendiri, bukan untuk menghakimi orang lain

“Jika aku melihat ciri-ciri ini dalam diriku, maka aku akan berusaha meninggalkannya.” (MN 15)

 

Inilah inti latihan spiritual: memeriksa batin sendiri dengan jujur, dan bertekad meninggalkan sifat-sifat yang menghambat pertumbuhan.

 

________

Referensi : Majjhima Nikaya 15 – Anumana Sutta (Sutta tentang Penilaian Diri melalui Perbandingan).

 

http://pustakadhamma.blogspot.com

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak Ajaib

  ANAK AJAIB   99. Dari masa ke masa, anak-anak ajaib muncul kepermukaan bumi ini. Meski kemunculan anak-anak tersebut bukan merupakan bu...