ANAK AJAIB
99. Dari
masa ke masa, anak-anak ajaib muncul kepermukaan bumi ini. Meski kemunculan
anak-anak tersebut bukan merupakan bukti langsung doktrin tumimbal lahir,
bagaimanapun juga mereka menyajikan suatu gejala yang tidak biasa dan tidak
dapat diterangkan secara biologi atau ilmu pengetahuan lainnya.
Bagaimana
kita menjelaskan bakat dan kemampuan luar biasa anak-anak semacam ini ?
· Bentham, dalam usia empat tahun mampu membaca
dan menulis dalam bahasa latin dan Yunani.
·
Babington Macaulay, pada usianya yang ke-enam menulis
Ikhtisar Sejarah Dunia.
· Thomas Maculay, penulis yang dapat berbicara layaknya
orang dewasa ketika masih berusia satu
setengah tahun. Pada usia ketujuh tahun, dia menulis tentang sejarah.
· Ludwigh Van Beethoven, yang memukau publik ketika usianya baru
tujuh tahun.
· Mozart, yang mampu menggubah lagu sebelum
usianya mencapai enam tahun.
· Voltaire, membaca dongeng Fontaine ketika
berusia tiga tahun.
· Christian Heinecken, yang mampu berbicara beberapa jam
setelah kelahirannya, mengulangi bagian-bagian Alkitab pada umur setahun,
menjawab beberapa pertanyaan seputar geografi pada usia dua tahun, bicara dalam
bahasa Perancis dan Latin pada tahun ketiga, dan menjadi pelajar filsafat pada
usianya yang keempat.
· John Stuart Mill, pada usia tiga tahun mampu membaca
dalam bahasa Yunani.
· William James Sidis, ketika berumur dua tahun mampu
membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Perancis, Rusia, Inggris dan
Jerman. Pada usia delapan tahun dia juga menguasai bahasa Latin dan Yunani.
· Sir William Hamilton,
duta besar Inggris,
berbicara dalam bahasa Yunani pada usia tiga tahun, dan ketika berumur tujuh
tahun dia menguasainya lebih baik dibanding rata-rata mahasiswa yang mendalami
bahasa tersebut. Hamilton menguasai dua belas bahasa, termasuk Persia, Urdu dan
Hindustan.
· Ferruco Burco, anak Italia yang mampu memimpin
sebuah orkestra simphoni ketika usianya baru empat tahun.
· Giancella de Marco, seorang gadis Italia yang memimpin
London Philharmonic Orchestra pada usia delapan tahun.
Menarik
untuk dicatat bahwa anak-anak luar biasa semacam itu sebagian besar berasal
dari orang tua yang sama sekali tidak memiliki keahlian dibidang yang sama.
Para
Pakar Ilmuwan menghadapi kesulitan untuk menjelaskan gejala seperti itu, dan
tidak ada satupun diantara mereka dapat memecahkan permasalahan yang
sebenarnya. Tampaknya tidak ada penjelasan lain yang lebih memadai mengenai
fenomena luar biasa seperti itu, kecuali anak-anak tersebut memang telah
memupuk kepiawaiannya dalam kehidupan sebelumnya.
100. Kasus Michael Croston
Michael Croston lahir
di Liverpool, Inggris. Ketika ia berusia 11 tahun, ia melakukan perjalanan
untuk pertama kalinya ke kampung halamannya di desa Yorkshire. Sebelumnya dia
sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di desa tersebut. Ketika dia dan
kedua orang tuanya melewati sepanjang jalan yang sempit, tampaknya dia
mengenali setiap belokan. Tiba-tiba turun kabut tebal; kedua orang tuanya
merasa mereka telah tersesat. Dalam keheranan mereka, si anak memberi petunjuk
untuk mencapai tujuan mereka, sebuah rumah petani terpencil yang hanya bisa
dicapai dengan jalur balik dan melalui banyak kelokan yang membingungkan.
Croston kecil tidak dapat memberikan penjelasan apapun bagaimana ia mengetahui
jalan itu.
Malam
itu dalam rumah petaninya, kedua orang tua dan paman-pamannya membicarakan
tentang kakeknya. Michael ikut mendengarkan, dan dia mampu mengenali banyak
peristiwa yang mereka bicarakan. Sepanjang petang itu, pengetahuan yang
menakjubkan datang pada Michael, bahwa dia adalah … kakeknya!. Pagi berikutnya,
Michael membawa keluar seekor kuda dan mengendarainya tanpa kesulitan, walaupun
selama ini dia belum pernah duduk di punggung kuda. Tampaknya dia mengenali
setiap seluk beluk pedesaan yang dilaluinya.
Pada
malam kedua, Michael kecil tidak dapat tidur, ada yang tak beres di ruang bawah
rumah tersebut. Lonceng jam itu mengusiknya. “Saya merasa seolah-olah sedang
berusaha mengingat sesuatu”, tulis Michael dalam buku hariannya pada kemudian
hari. “ Ketika jam menunjukkan pukul dua, tiba-tiba saya teringat. Saya
bergegas turun dan menjulurkan tangan ke balik jam tua itu, Jari-jariku
menyentuh sebuah pegas rahasia dan sebilah papan kecil terbuka. Ada kotak
kaleng besar disana, yang terbuka dengan mudah. Didalamnya ada seberkas surat
.”
Michael
menemukan simpanan hidup kakeknya. Sang Kakek meninggal pada pukul dua dini
hari. Dia mengalami serangan jantung mendadak dan tidak sempat mengatakan
dimana dia menyembunyikan simpanannya. Saat ini, anggota keluarga Croston masih
menyaksikan seluk-beluk penemuan Michael yang luar biasa.
101. Kasus Dorothy Jordon
Dorothy Jordon adalah seorang juru ketik di Liverpool, Inggris. Suatu hari Dorothy pergi ke bioskop Liverpool untuk menonton film sejarah tentang kematian Lady Jane Grey. Pada pertengahan film, tiba-tiba Dorothy berteriak, : “Itu semua keliru; aku tahu aku disana; aku disana!”
Kemudian
Dorothy memberi pernyataan bahwa dia merasa benar-benar hidup dalam
adegan-adegan didalam film tersebut. Ingatan akan peristiwa-peristiwa yang
diperankan dalam film itu muncul pada Dorothy. Beberapa ingatan ini tidak sama
dengan adegan tertentu yang digambarkan film itu.
Dalam
film, Lady Jane Grey melongok keluar jendela melalui jendela di Menara London.
Dorothy bersikeras bahwa jendela tersebut terlalu tinggi bagi Lady Jane. Dalam
film, kerumunan orang terdiam ketika Lady Jane menghadapi hukuman matinya.
Dorothy ingat bahwa sesungguhnya orang-orang menjerit-jerit dan
berteriak-teriak. Film itu juga tidak menampakkan adanya seorang anak yang
berlutut sambil berdoa ditempat penggantungan, dan si algojo memakai ikat
pergelangan tangan berwarna hitam. Dorothy menjelaskan perincian ini.
Penyelidikan
sejarah setelah pengungkapan Dorothy membuktikan, bahwa dia memang benar,
Jendela menara memang terlalu tinggi; orang-orang berteriak-teriak; ada anak
yang berdoa sambil berlutut; dan si algojo mengenakan ikat pergelangan tangan
warna hitam. Walaupun dia tidak memiliki pengalaman semacam itu, namun diyakini
Dorothy pernah hidup sebelumnya sebagai Lady Jane Grey, wanita dalam penantian.
102. Kasus Gnanatillaka
Dia bernama
Gnanatillaka,lahir pada 14 Pebruari 1956, di kotamale, Sri Lanka. Kasus ini
bermula pada tahun 1960, ketika dia baru berusia empat setengah tahun. Saat itu
dia mengatakan ,”Aku ingin bertemu Ayah-Ibuku”. “ Kami adalah orang tuamu,”
ibunya menjelaskan. “Bukan” bantah Gnanatillaka, “ Aku ingin melihat Ayah dan
Ibuku yang sebenarnya, aku akan mengatakan di mana mereka tinggal, tolong bawa
aku kesana .” Gnanatillaka menjelaskan pada orang tuanya bagaimana mencapai
rumah kediaman orang tua “sesungguhnya”. Rumah yang dimaksud berada di dekat
perkebunan teh di Talawakele, sekitar tiga puluh mil dari tempat tinggal
mereka. Kedua orang tuanya mengabaikan cerita aneh puteri mereka. Hari demi
hari berlalu, dan Gnanatillaka terus menerus minta dibawa menengok ayah-ibu
sesungguhnya.
Cerita
itu menyebar dengan cepat, beberapa profesor dari Universitas Ceylon dan YM.
Piyadassi Maha Thera datang untuk mengetahui cerita tersebut. Mereka memutuskan
untuk menyelidikinya, mereka mendengarkan Gnanatillaka, yang menceritakan
ketika ia adalah seorang anak laki-laki bernama Tilakaratna. Mereka merekam
seluruh pernyataannya dan sesuai dengan informasi yang diberikan, mereka
mengajak Gnanatillaka mendatangi rumah yang dimaksudkannya.
Gnanatillaka
belum pernah mendatangi rumah atau daerah tertentu yang digambarkannya dalam
kehidupannya saat ini, begitu pula kedua keluarga tidak memiliki hubungan satu
sama lain, sehingga tidak mengetahui keberadaan keluarga lainnya.
Ketika
mereka memasuki rumah tersebut, Gnanatillaka memperkenalkan para profesor
kepada tuan rumah. “Ini ayahku yang sebenarnya, dan ini Ibuku”. kemudian dia
mengenalkan adik dan kakaknya. Dia menyebut nama tiap saudaranya dengan tepat.
Ketika kedua orang tua lampaunya diwawancarai, mereka menggambarkan perangai
dan kebiasaan anak laki-laki mereka yang telah meninggal pada 9 Nopember 1954.
Pada saat Gnanatillaka melihat adik lampaunya, dia menghindar dan menolak berbicara dengannya. Selanjutnya orang tua lampaunya menjelaskan bahwa kedua anak itu selalu berkelahi dan bertengkar satu sama lain, mungkin Gnanatillaka masih menyimpan dendam dari kehidupan sebelumnya. Ketika kepala sekolah setempat mendengar cerita ini, dia pergi ke rumah itu untuk menyaksikannya sendiri. Saat dia memasuki rumah, Gnanatillaka memperkenalkannya sebagai gurunya, bahkan dia mampu mengingat pelajaran dan pekerjaan rumah yang telah diberikan oleh gurunya semasa dia menjadi laki-laki pada kehidupan sebelumnya. Gnanatillaka juga mampu menunjukkan pekuburan di mana dia dimakamkan dalam kehidupan sebelum ini.
Kisah
Gnanatillaka dengan cepat tersebar luas. Seorang peneliti spesialis dalam
kasus-kasus kelahiran kembali, Dr. Ian Stevenson dari Universitas Virginia,
terbang dari Amerika ke Sri Lanka untuk menyelidiki kasus ini. Setelah
penyelidikannya, dia mengomentari bahwa kasus ini salah satu yang terbaik dari
berbagai kasus sejenisnya, baik dari jelasnya perincian maupun dari sudut
psikologis.
103. Kasus Bridey Murphy
Seorang ahli
hipnotis, Morey Berenstein, membawa Nyonya Ruth Simmons dalam keadaan
terhipnotis mendalam. Dalam keadaan terhipnotis, Nyonya Simmons mengingat
kehidupan sebelumnya di Irlandia 160 tahun yang lalu. Namanya ketika itu adalah
Bridey Murphy. Nyonya Simmons belum pernah keluar dari Amerika, dan dia juga
tidak mengenal Irlandia lebih dari ibu-ibu rumah tangga Amerika lainnya.
Melalui serangkaian hipnotis, Nyonya Simmons memberikan banyak perincian
mengenai kehidupan Bridey, dia menceritakan kembali masa kanak-kanaknya,
pernikahannya dengan seorang pengacara bernama Brian Mc Carthy, rumahnya di
dekat gereja Santa Theresa, dentang lonceng gereja dan lain-lain.
Setelah
mendapatkan sebanyak mungkin informasi mengenai kehidupan Bridey, Berenstein
menyerahkan tugas penelitian kepada sebuah perusahaan pengacara di Irlandia.
Para pengacara tersebut melakukan penyelidikan dan hasil laporannya membuktikan
banyak fakta yang diungkapkan Nyonya Simmons dalam keadaan bawah sadarnya.
Ketika laporan tersebut dipublikasikan, kasus Bridey murphy menjadi pertentangan besar di Amerika. Banyak orang barat yang sebelum ini meyakini tumimbal lahir sebagai kepercayaan sesat, mengubah pendiriannya setelah membaca The Search for Bridey Murphy. Hampir seluruh surat kabar dan majalah memuat pandangan-pandangan yang pro dan kontra terhadap doktrin kelahiran kembali. Timbul perpecahan pendapat, Dua kelompok secara terbuka menentang kasus ini;
1. Mereka ingin menghilangkan kepercayaan
dan prasangka terhadap kasus ini dengan menganggapnya sebagai upaya setan untuk
memperdayai manusia, dan
2. Kaum materialisme yang ingin
mempertahankan teori mereka tentang tiadanya kehidupan setelah kematian.
Namun
Nyonya Simmons ternyata cukup cermat untuk membangkitkan ketertarikan
orang-orang yang berwawasan terbuka, yang siap mempertimbangkan bukti-bukti
secara tidak memihak dan untuk mencapai kesimpulan yang beralasan tanpa teori
yang telah terbentuk sebelumnya. Banyak yang bisa menerima bahwa hal ini
merupakan kasus murni Tumimbal lahir.
Dengan
demikian ajaran agama Buddha tentang kelahiran kembali, yang didasari oleh
bukti-bukti ilmiah yang mendukungnya, akan senantiasa masuk akal dan selalu
dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tak dapat dijawab oleh pandangan
agama-agama lain maupun pandangan materialisme.
-oOo-