Selasa, 26 Agustus 2025

Anak Ajaib

 ANAK AJAIB

 99. Dari masa ke masa, anak-anak ajaib muncul kepermukaan bumi ini. Meski kemunculan anak-anak tersebut bukan merupakan bukti langsung doktrin tumimbal lahir, bagaimanapun juga mereka menyajikan suatu gejala yang tidak biasa dan tidak dapat diterangkan secara biologi atau ilmu pengetahuan lainnya.

Bagaimana kita menjelaskan bakat dan kemampuan luar biasa anak-anak semacam ini ?

·   Bentham, dalam usia empat tahun mampu membaca dan menulis dalam bahasa latin dan Yunani.

·       Babington Macaulay, pada usianya yang ke-enam menulis Ikhtisar Sejarah Dunia.

·    Thomas Maculay, penulis yang dapat berbicara layaknya orang dewasa ketika  masih berusia satu setengah tahun. Pada usia ketujuh tahun, dia menulis tentang sejarah.

·   Ludwigh Van Beethoven, yang memukau publik ketika usianya baru tujuh tahun.

·   Mozart, yang mampu menggubah lagu sebelum usianya mencapai enam tahun.

·    Voltaire, membaca dongeng Fontaine ketika berusia tiga tahun.

· Christian Heinecken, yang mampu berbicara beberapa jam setelah kelahirannya, mengulangi bagian-bagian Alkitab pada umur setahun, menjawab beberapa pertanyaan seputar geografi pada usia dua tahun, bicara dalam bahasa Perancis dan Latin pada tahun ketiga, dan menjadi pelajar filsafat pada usianya yang keempat.

·   John Stuart Mill, pada usia tiga tahun mampu membaca dalam bahasa Yunani.

·    William James Sidis, ketika berumur dua tahun mampu membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Perancis, Rusia, Inggris dan Jerman. Pada usia delapan tahun dia juga menguasai bahasa Latin dan Yunani.

·   Sir William Hamilton, duta besar Inggris, berbicara dalam bahasa Yunani pada usia tiga tahun, dan ketika berumur tujuh tahun dia menguasainya lebih baik dibanding rata-rata mahasiswa yang mendalami bahasa tersebut. Hamilton menguasai dua belas bahasa, termasuk Persia, Urdu dan Hindustan.

·   Ferruco Burco, anak Italia yang mampu memimpin sebuah orkestra simphoni ketika usianya baru empat tahun.

·  Giancella de Marco, seorang gadis Italia yang memimpin London Philharmonic Orchestra pada usia delapan tahun.

Menarik untuk dicatat bahwa anak-anak luar biasa semacam itu sebagian besar berasal dari orang tua yang sama sekali tidak memiliki keahlian dibidang yang sama.

Para Pakar Ilmuwan menghadapi kesulitan untuk menjelaskan gejala seperti itu, dan tidak ada satupun diantara mereka dapat memecahkan permasalahan yang sebenarnya. Tampaknya tidak ada penjelasan lain yang lebih memadai mengenai fenomena luar biasa seperti itu, kecuali anak-anak tersebut memang telah memupuk kepiawaiannya dalam kehidupan sebelumnya.

100. Kasus Michael Croston

Michael Croston lahir di Liverpool, Inggris. Ketika ia berusia 11 tahun, ia melakukan perjalanan untuk pertama kalinya ke kampung halamannya di desa Yorkshire. Sebelumnya dia sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di desa tersebut. Ketika dia dan kedua orang tuanya melewati sepanjang jalan yang sempit, tampaknya dia mengenali setiap belokan. Tiba-tiba turun kabut tebal; kedua orang tuanya merasa mereka telah tersesat. Dalam keheranan mereka, si anak memberi petunjuk untuk mencapai tujuan mereka, sebuah rumah petani terpencil yang hanya bisa dicapai dengan jalur balik dan melalui banyak kelokan yang membingungkan. Croston kecil tidak dapat memberikan penjelasan apapun bagaimana ia mengetahui jalan itu.

Malam itu dalam rumah petaninya, kedua orang tua dan paman-pamannya membicarakan tentang kakeknya. Michael ikut mendengarkan, dan dia mampu mengenali banyak peristiwa yang mereka bicarakan. Sepanjang petang itu, pengetahuan yang menakjubkan datang pada Michael, bahwa dia adalah … kakeknya!. Pagi berikutnya, Michael membawa keluar seekor kuda dan mengendarainya tanpa kesulitan, walaupun selama ini dia belum pernah duduk di punggung kuda. Tampaknya dia mengenali setiap seluk beluk pedesaan yang dilaluinya.

Pada malam kedua, Michael kecil tidak dapat tidur, ada yang tak beres di ruang bawah rumah tersebut. Lonceng jam itu mengusiknya. “Saya merasa seolah-olah sedang berusaha mengingat sesuatu”, tulis Michael dalam buku hariannya pada kemudian hari. “ Ketika jam menunjukkan pukul dua, tiba-tiba saya teringat. Saya bergegas turun dan menjulurkan tangan ke balik jam tua itu, Jari-jariku menyentuh sebuah pegas rahasia dan sebilah papan kecil terbuka. Ada kotak kaleng besar disana, yang terbuka dengan mudah. Didalamnya ada seberkas surat .”

Michael menemukan simpanan hidup kakeknya. Sang Kakek meninggal pada pukul dua dini hari. Dia mengalami serangan jantung mendadak dan tidak sempat mengatakan dimana dia menyembunyikan simpanannya. Saat ini, anggota keluarga Croston masih menyaksikan seluk-beluk penemuan Michael yang luar biasa.

101. Kasus Dorothy Jordon

Dorothy Jordon adalah seorang juru ketik di Liverpool, Inggris. Suatu hari Dorothy pergi ke bioskop Liverpool untuk menonton film sejarah tentang kematian Lady Jane Grey. Pada pertengahan film, tiba-tiba Dorothy berteriak, : “Itu semua keliru; aku tahu aku disana; aku disana!”        

Kemudian Dorothy memberi pernyataan bahwa dia merasa benar-benar hidup dalam adegan-adegan didalam film tersebut. Ingatan akan peristiwa-peristiwa yang diperankan dalam film itu muncul pada Dorothy. Beberapa ingatan ini tidak sama dengan adegan tertentu yang digambarkan film itu.

Dalam film, Lady Jane Grey melongok keluar jendela melalui jendela di Menara London. Dorothy bersikeras bahwa jendela tersebut terlalu tinggi bagi Lady Jane. Dalam film, kerumunan orang terdiam ketika Lady Jane menghadapi hukuman matinya. Dorothy ingat bahwa sesungguhnya orang-orang menjerit-jerit dan berteriak-teriak. Film itu juga tidak menampakkan adanya seorang anak yang berlutut sambil berdoa ditempat penggantungan, dan si algojo memakai ikat pergelangan tangan berwarna hitam. Dorothy menjelaskan perincian ini.

Penyelidikan sejarah setelah pengungkapan Dorothy membuktikan, bahwa dia memang benar, Jendela menara memang terlalu tinggi; orang-orang berteriak-teriak; ada anak yang berdoa sambil berlutut; dan si algojo mengenakan ikat pergelangan tangan warna hitam. Walaupun dia tidak memiliki pengalaman semacam itu, namun diyakini Dorothy pernah hidup sebelumnya sebagai Lady Jane Grey, wanita dalam penantian.

102.  Kasus Gnanatillaka

Dia bernama Gnanatillaka,lahir pada 14 Pebruari 1956, di kotamale, Sri Lanka. Kasus ini bermula pada tahun 1960, ketika dia baru berusia empat setengah tahun. Saat itu dia mengatakan ,”Aku ingin bertemu Ayah-Ibuku”. “ Kami adalah orang tuamu,” ibunya menjelaskan. “Bukan” bantah Gnanatillaka, “ Aku ingin melihat Ayah dan Ibuku yang sebenarnya, aku akan mengatakan di mana mereka tinggal, tolong bawa aku kesana .” Gnanatillaka menjelaskan pada orang tuanya bagaimana mencapai rumah kediaman orang tua “sesungguhnya”. Rumah yang dimaksud berada di dekat perkebunan teh di Talawakele, sekitar tiga puluh mil dari tempat tinggal mereka. Kedua orang tuanya mengabaikan cerita aneh puteri mereka. Hari demi hari berlalu, dan Gnanatillaka terus menerus minta dibawa menengok ayah-ibu sesungguhnya.

Cerita itu menyebar dengan cepat, beberapa profesor dari Universitas Ceylon dan YM. Piyadassi Maha Thera datang untuk mengetahui cerita tersebut. Mereka memutuskan untuk menyelidikinya, mereka mendengarkan Gnanatillaka, yang menceritakan ketika ia adalah seorang anak laki-laki bernama Tilakaratna. Mereka merekam seluruh pernyataannya dan sesuai dengan informasi yang diberikan, mereka mengajak Gnanatillaka mendatangi rumah yang dimaksudkannya.

Gnanatillaka belum pernah mendatangi rumah atau daerah tertentu yang digambarkannya dalam kehidupannya saat ini, begitu pula kedua keluarga tidak memiliki hubungan satu sama lain, sehingga tidak mengetahui keberadaan keluarga lainnya.

Ketika mereka memasuki rumah tersebut, Gnanatillaka memperkenalkan para profesor kepada tuan rumah. “Ini ayahku yang sebenarnya, dan ini Ibuku”. kemudian dia mengenalkan adik dan kakaknya. Dia menyebut nama tiap saudaranya dengan tepat. Ketika kedua orang tua lampaunya diwawancarai, mereka menggambarkan perangai dan kebiasaan anak laki-laki mereka yang telah meninggal pada 9 Nopember 1954.

Pada saat Gnanatillaka melihat adik lampaunya, dia menghindar dan menolak berbicara dengannya. Selanjutnya orang tua lampaunya menjelaskan bahwa kedua anak itu selalu berkelahi dan bertengkar satu sama lain, mungkin Gnanatillaka masih menyimpan dendam dari kehidupan sebelumnya. Ketika kepala sekolah setempat mendengar cerita ini, dia pergi ke rumah itu untuk menyaksikannya sendiri. Saat dia memasuki rumah, Gnanatillaka memperkenalkannya sebagai gurunya, bahkan dia mampu mengingat pelajaran dan pekerjaan rumah yang telah diberikan oleh gurunya semasa dia menjadi laki-laki pada kehidupan sebelumnya. Gnanatillaka juga mampu menunjukkan pekuburan di mana dia dimakamkan dalam kehidupan sebelum ini.         

Kisah Gnanatillaka dengan cepat tersebar luas. Seorang peneliti spesialis dalam kasus-kasus kelahiran kembali, Dr. Ian Stevenson dari Universitas Virginia, terbang dari Amerika ke Sri Lanka untuk menyelidiki kasus ini. Setelah penyelidikannya, dia mengomentari bahwa kasus ini salah satu yang terbaik dari berbagai kasus sejenisnya, baik dari jelasnya perincian maupun dari sudut psikologis.

103. Kasus Bridey Murphy

Seorang ahli hipnotis, Morey Berenstein, membawa Nyonya Ruth Simmons dalam keadaan terhipnotis mendalam. Dalam keadaan terhipnotis, Nyonya Simmons mengingat kehidupan sebelumnya di Irlandia 160 tahun yang lalu. Namanya ketika itu adalah Bridey Murphy. Nyonya Simmons belum pernah keluar dari Amerika, dan dia juga tidak mengenal Irlandia lebih dari ibu-ibu rumah tangga Amerika lainnya. Melalui serangkaian hipnotis, Nyonya Simmons memberikan banyak perincian mengenai kehidupan Bridey, dia menceritakan kembali masa kanak-kanaknya, pernikahannya dengan seorang pengacara bernama Brian Mc Carthy, rumahnya di dekat gereja Santa Theresa, dentang lonceng gereja dan lain-lain.

Setelah mendapatkan sebanyak mungkin informasi mengenai kehidupan Bridey, Berenstein menyerahkan tugas penelitian kepada sebuah perusahaan pengacara di Irlandia. Para pengacara tersebut melakukan penyelidikan dan hasil laporannya membuktikan banyak fakta yang diungkapkan Nyonya Simmons dalam keadaan bawah sadarnya.

Ketika laporan tersebut dipublikasikan, kasus Bridey murphy menjadi pertentangan besar di Amerika. Banyak orang barat yang sebelum ini meyakini tumimbal lahir sebagai kepercayaan sesat, mengubah pendiriannya setelah membaca The Search for Bridey Murphy. Hampir seluruh surat kabar dan majalah memuat pandangan-pandangan yang pro dan kontra terhadap doktrin kelahiran kembali. Timbul perpecahan pendapat, Dua kelompok secara terbuka menentang kasus ini;

1. Mereka ingin menghilangkan kepercayaan dan prasangka terhadap kasus ini dengan menganggapnya sebagai upaya setan untuk memperdayai manusia, dan

2. Kaum materialisme yang ingin mempertahankan teori mereka tentang tiadanya kehidupan setelah kematian.

Namun Nyonya Simmons ternyata cukup cermat untuk membangkitkan ketertarikan orang-orang yang berwawasan terbuka, yang siap mempertimbangkan bukti-bukti secara tidak memihak dan untuk mencapai kesimpulan yang beralasan tanpa teori yang telah terbentuk sebelumnya. Banyak yang bisa menerima bahwa hal ini merupakan kasus murni Tumimbal lahir.

Dengan demikian ajaran agama Buddha tentang kelahiran kembali, yang didasari oleh bukti-bukti ilmiah yang mendukungnya, akan senantiasa masuk akal dan selalu dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tak dapat dijawab oleh pandangan agama-agama lain maupun pandangan materialisme.

 

-oOo-

 

Jumat, 22 Agustus 2025

Bukti-bukti yang Mendukung Doktrin Kelahiran Kembali

 BUKTI - BUKTI YANG MENDUKUNG 
DOKTRIN KELAHIRAN KEMBALI

 89. Teknik penyelidikan dengan kekuatan batin membutuhkan waktu yang relatif lama dan harus dalam tingkatan kemurnian diri yang tinggi. Metode hipnosis tampaknya menawarkan jalan pintas untuk menggali sejumlah ingatan akan kehidupan lampau yang masih terpendam dalam pikiran bawah sadar. Metode ini kebanyakan digunakan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit kejiwaan. Memang ada orang-orang yang ternyata kebal terhadap pengaruh hipnotis ini, oleh karenanya tehnik ini tidak dapat dipakai secara universal untuk menelusuri ingatan kehidupan lampau. Namun saat metode ini bisa diterapkan, hipnosis telah membuahkan hasil yang luar biasa yang mendukung kebenaran doktrin Kelahiran kembali.

90. Bila seseorang dapat dibawa kedalam keadaan terhipnotis secara mendalam, kesadarannya akan menurun dan bawah sadarnya mulai berfungsi. Bila bawah sadar dapat berfungsi, maka akan jelas sekali seseorang itu memiliki kemampuan untuk mengingat kembali ingatan-ingatan yang tidak muncul dalam kesadaran normal. Dalam keadaan ini, ingatan seseorang dapat mundur kembali pada kejadian dimasa kanak-kanak, masa pertumbuhan, atau masa sebelum kelahirannya.

91. Ada sejumlah kasus tercatat mengenai orang-orang yang mengingat kehidupan lampau mereka dalam keadaan terhipnotis. Hasil kerja para pakar hipnosis di berbagai negara dengan latar tradisi dan budaya yang beragam telah menemukan betapa jelasnya ingatan kehidupan lampau. Beberapa dari kasus tersebut telah diselidiki dan dibuktikan kebenarannya.

92. Selama berabad-abad, telah banyak orang yang menyatakan dapat mengingat kehidupannya yang lalu, sebelum dilahirkan kembali. Catatan yang tertua justru dari Eropa, Pythagoras ( 582 – 500 SM ), seorang filsuf dan ahli matematika Yunani, ia menyatakan dapat mengingat beberapa kehidupannya yang lalu.

93. Bukti-bukti Kelahiran kembali yang paling mengesankan adalah berupa hasil riset dari Ian Stevenson, seorang ilmuwan Amerika. Dr. Stevenson, yang adalah profesor di bidang Psikiatri ( Ilmu kedokteran Jiwa ) di Universitas Virginia, memulai risetnya di tahun 1958, dan ternyata kemudian disambut dan dikenal dunia internasional. Selama bertahun-tahun, dia melaporkan secara rinci kasus-kasus orang dewasa maupun anak-anak yang dapat mengingat kehidupan lampaunya,  semuanya dilatar belakangi oleh metode riset ilmiah secara cermat. Rekan ilmuwannya, Dr.Harold Leif, mengomentari riset Ian Stevenson, sebagai berikut : “ Hanya salah satu dari dua kemungkinan, dia membuat satu kesalahan  besar  atau  dia akan dikenal  sebagai  Galileo-nya abad XX ”. ( Dr. Harold Leif dalam Journal of Nervous and Mental Disease, Vo. 165, No.3.1977 ).

Salah satu kasus penelitian Dr.Stevenson, adalah sbb :

Seorang anak bernama Ravi Shankar, dilahirkan pada tahun 1951 di kota Kanay- India Utara. Ayahnya bernama Ram Gupta; sejak berumur dua tahun si anak berkeras bahwa ayah sebenarnya adalah seorang bankir bernama Jogeshwar. Dia juga mengatakan bahwa pada kehidupan lalunya dia dibunuh dengan digorok tenggorokannya oleh dua orang, Chaturi dan Jamahar. Sebagai bukti, si anak menunjukkan tanda lahir dilehernya, yang memang bertanda lahir seperti bekas luka potong. Penyelidikan kemudian membuktikan, bahwa ternyata setengah mil dari kediaman mereka, ada seorang bernama Jogeshwar yang mempunyai seorang anak laki-laki bernama Munna yang telah terbunuh, persis seperti yang digambarkan oleh Ravi Shankar. Yang berwajib sejauh itu memang sangat mencurigai dua orang sebagai pembunuhnya, seorang binatu bernama Chaturi dan seorang bankir bernama Jamahar, namun mereka dibebaskan karena kurangnya bukti. Munna dibunuh enam bulan sebelum Ravi lahir. Riset Dr. Stevenson terbukti kebenarannya secara sangat rinci ( Dr. Ian Stevenson, Twenty Cases Suggestive of Reincanation. University Press of Virginia, 1974. ).

94. Banyak dari kasus-kasus seperti diatas mempunyai bukti yang sangat kuat, ialah bahwa setelah kematian, seorang akan terlahir kembali dengan ingatan yang jelas pada kejadian yang sangat dramatis pada kehidupan lampaunya. Sebaliknya, sejauh ini, tidak pernah ada bukti-bukti yang dapat mendukung pandangan bahwa setelah kematian seorang akan pergi Surga kekal atau Neraka kekal  yang  tergantung pada perbuatan atau agama orang itu. Begitu pula dengan pandangan Materialistik yang memiliki paham “Kemusnahan pada kematian ” .

95. Jumlah para pemikir, filsuf serta ilmuwan yang menerima doktrin Kelahiran kembali meningkat secara sangat mengesankan. Thomas Huxley, ilmuwan yang memperkenalkan Sains pada abad XIX ke sistem pendidikan di Inggris, yang pula adalah ilmuwan pertama yang mendukung teori Darwin, percaya bahwa kelahiran kembali adalah doktrin yang benar-benar dapat diterima. Dalam bukunya “ Evolution and Ethics and other Essays ”, dia menulis :

“ Pada doktrin kelahiran kembali, baik yang berasal dari pandangan kaum Brahmin ataupun Buddhist, telah siap, semua sarana untuk menyusun pertahanan yang beralasan yang menghubungkan kosmos(Alam Semesta) dengan manusia,… Tapi paham yang adil ini belum lebih diterima dibanding  yang lainnya; dan para pemikir yang sembrono secara tak berhati-hati  menolaknya serta mencampakkannya sebagai sesuatu yang jelas tak masuk  akal. Sama halnya dengan doktrin evolusi; doktrin kelahiran kembali berakar pada dunia yang nyata; dan mampu mendapatkan dukungan-dukungan  seperti argumentasi yang kuat dari persamaan yang dapat memenuhinya.” (The Soul and the Universe ).

96. Professor Gustaf Stromberg, ahli astronomi Swedia, ahli fisika yang adalah kawan Einstein, juga menyebutkan paham Kelahiran kembali sebagai paham yang sangat memikat hati sebagai berikut :

“ Banyak pendapat yang berbeda, mengenai dapat atau tidaknya jiwa manusia ber-reinkarnasi ke dunia lagi. Pada tahun 1936 suatu kasus yang sangat menarik dilaporkan dan diteliti secara luas oleh mereka yang berwajib di India .

Seorang anak gadis (Shanti Devi dari Delhi) secara tepat dapat  menggambarkan kehidupan lalunya (di Mattra, lima ratus mil dari Delhi) yang berakhir sekitar setahun sebelum “ Kelahiran keduanya ”. Dia menyebut nama suami dan anaknya serta memberi gambaran mengenai riwayat hidup serta rumahnya yang lalu. Panitia penyelidik membawanya kerumah keluarganya pada kehidupan sebelumnya, yang ternyata membenarkan segala pernyataannya. Diantara masyarakat India, Reinkarnasi adalah dianggap masalah biasa; hal yang mereka anggap luar biasa pada kasus ini adalah sedemikian banyaknya hal yang dapat diingat kembali oleh si  gadis ini. Kasus ini dan kasus-kasus yang sama dapat dianggap sebagai bukti tambahan tentang teori kekuatan daya ingat.” ( San Fransisco Examiner, 28/8/1928 ).

97. Profesor Julian Huxley, ilmuwan terhormat dari Inggeris, mantan Direktur Jenderal UNESCO, percaya bahwa paham kelahiran kembali seirama dengan jalan pikiran ilmu pengetahuan :

“ Tidak ada kekuatan yang dapat merintangi terlepasnya ‘Roh kehidupan kekal’ makhluk pribadi, pada saat kematiannya, dengan berbagai cara ; sama seperti pesan-pesan radio yang terlepas dari pesawat pemancar radio dengan caranya sendiri pula. Tapi, hendaknya dicamkan bahwa pesan-pesan radio hanya akan berwujud kembali sebagai pesan setelah berkontak dengan struktur materi baru, yakni pesawat penerima-radio. Pada Roh, kita keluar darinya. Kemudian… tak pernah dapat berpikir atau merasakan lagi, bila tidak kembali “ berwujud “ dengan cara bagaimanapun. Kepribadian kita sangat didasari oleh jasmani kita, yang dengan sendirinya tidak mungkin hidup dalam makna sebenarnya, tanpa adanya “ Semacam badan “….. Saya dapat memikirkan sesuatu yang terlepas, yang sama keadaannya, pada lelaki dan wanita, seperti pesan-pesan radio pada pesawat pemancar; tapi dalam hal “ Kematian “ semestinya, seperti yang dapat dimaklumi oleh siapa saja, yang terjadi adalah gejolak dalam berbagai bentuk yang mengembara sampai  mereka….. .datang kembali dalam wujud kesadaran yang aktual, setelah berkontak dengan sesuatu yang dapat bekerja sebagai “ pesawat penerima untuk batin “.

98. Henry Ford, Industrialis Amerika, tertarik pada masalah kelahiran kembali, sebab, tidak seperti paham agama lain, kelahiran kembali memberi kesempatan untuk mengembangkan diri sendiri. Henry Ford berkata :

“ Saya menerima pandangan Reinkarnasi sejak saya berumur 26 tahun….., agama tidak menawarkan apapun dalam satu hal…. bekerja juga tidak memberi kepuasan yang lengkap, bekerja adalah hal yang sia-sia, bila kita tidak dapat menerapkan pengalaman yang kita kumpulkan pada satu kehidupan, pada kehidupan berikutnya. Sewaktu saya menemukan paham Reinkarnasi, rasanya seakan saya menemukan suatu rencana alam semesta. Saya sadar bahwa selalu ada kesempatan untuk melaksanakan ide-ide saya. Waktu bukan lagi suatu yang terbatas. Saya bukan lagi budak dari jarum-jarum jam…. Genius adalah suatu pengalaman. Ada pendapat yang menganggap, bahwa itu adalah karunia atau bakat, tapi sebenarnya itu adalah buah dari pengalaman-pengalaman yang panjang dalam beberapa kehidupan. Jiwa-jiwa ada yang lebih matang dari jiwa-jiwa yang lainnya…. Dengan mengetahui adanya Reinkarnasi, membawa ketenangan batiniah bagi saya… Apabila anda merekam percakapan ini, tulislah demikian ; bahwa ini memberi ketenangan batiniah. Saya suka berkomunikasi dengan yang lainnya tentang ketenangan yang diberikan oleh pandangan tentang kehidupan yang panjang.”

 

Para Bhikkhu, daur tumimbal lahir adalah tak berawal.

Terhadap makhluk yang berjalan tertatih-tatih dalam daur ini,

yang terkurung oleh kebodohan dan terikat oleh keinginan,

tak ada awal yang bisa disebutkan .”

         --- ( Samyutta Nikaya 15 : 1 )

 

 

-oOo-

 

 

Bab III : Kelahiran Kembali

BAB III

KELAHIRAN KEMBALI

 “ Adakah kehidupan setelah kematian ? “

 

66.  Ada 3 macam jawaban untuk pertanyaan itu , yaitu :

1)    Mereka  yang percaya pada adanya “ Tuhan penguasa semesta ” akan menjawab, bahwa setelah mati seseorang akan ditempatkan di Surga abadi atau Neraka abadi, tergantung pada perbuatan atau agama orang itu.

2)    Yang lain mengatakan bahwa bila hidup seseorang berakhir, keberadaannya juga berakhir. Ini adalah kepercayaan “Kemusnahan pada kematian”, yang merupakan pandangan kaum materialisme. Penganut materialisme di sepanjang masa percaya bahwa tidak ada yang hidup terpisah dari zat materi. Mereka mengabaikan pertanyaan mengenai kehidupan sebelum kelahiran dan kehidupan setelah kematian sesuai dengan kepercayaan yang mereka yakini. Bagi mereka pikiran pun merupakan hasil dari zat, dan mereka percaya bahwa setelah kematian badan jasmani, eksistensi “ personalitas ” juga berakhir.

3)    Sang Buddha berkata bahwa setelah kematian, kita akan terlahir pada kehidupan baru, dan bahwa proses mati dan terlahir kembali ini akan berkelanjutan sampai kebebasan Nibbana tercapai.

67.  Agama Buddha menganggap kedua pandangan diatas tidak benar dan tidak lengkap. Pandangan pertama ditolak karena tidak masuk akal, tidak adil dan kejam. Si Jahat tidak semestinya dilaknat hukuman abadi di Neraka, juga Si baik tidak semestinya dianugerahi Surga abadi, hanya karena berbuat kejahatan atau kebaikan dibumi selama 60 atau 80 tahun atau  Sepanjang  hidupnya  sekalipun, masa 60 atau 80 tahun tidak sebanding dengan kebahagiaan atau kesengsaraan abadi yang diterimanya. Juga adalah tidak masuk akal bahwa  “Tuhan yang semestinya Maha Pengasih” mencampakkan dan menghukum “CiptaanNya” berupa siksaan dan kesakitan selama jangka waktu yang tidak terbatas/abadi.

68. Pandangan diatas juga tidak bisa menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan penting sehubungan dengan itu, seperti : Apa yang dialami para binatang setelah mati?, Apa yang terjadi pada jutaan bayi yang mati dalam kandungan? pula apa yang terjadi dengan bayi yang begitu lahir segera mati? apakah mereka ke Surga atau ke Neraka? Kalau ke Surga, maka jelas tak adil, sebab mereka belum pernah berbuat baik, lalu bila ia dihukum di Neraka, juga tidak adil karena mereka belum sempat berbuat kejahatan.

69. Pandangan materialisme, juga tidak dapat menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan mendasar.  Para kaum materialistik sulit menjawab fenomena kompleks, misalnya bagaimana kesadaran manusia yang timbul setelah pertemuan dua sel kelamin dan perkembangannya selama 9 bulan.

Saat ini, setelah Parapsikologi telah diterima sebagai cabang ilmu pengetahuan, fenomena seperti telepati dan sebagainya, bertambah tidak cocok dengan pandangan kaum materialistik tentang batin manusia. Agama Buddha menawarkan keterangan yang sangat memuaskan tentang darimana kita datang dan apa yang akan terjadi setelah kita mati.

70. Punabbhava berasal dari bahasa Pali yang terbentuk dari dua kata yaitu kata ”puna” dan ”bhava”. Kata ”puna” berarti lagi atau kembali, sedangkan ”bhava” berarti proses menjadi ada/eksis atau kelahiran. Jadi, secara harafiah, punabbhava berarti proses menjadi ada lagi atau kelahiran kembali /Tumimbal lahir, dimana proses ini merupakan akibat atau hasil dari kammanya pada kehidupan lampau. Proses kelahiran kembali atau punabbhava terjadi pada semua makhluk hidup yang telah mati dan belum pencapai Penerangan Sempurna.

71. Proses kematian dan kelahiran kembali

Ketika seseorang akan meninggal dunia, Kesadaran Ajal (cuti-citta) atau kesadaran pada momen terakhir (cuti vinanna) mendekati kepadaman dan didorong oleh kekuatan-kekuatan Kamma. Kemudian selanjutnya Kesadaran ajal (cuti-citta) ini padam dan langsung menimbulkan kesadaran penerusan (patisandhi citta) untuk timbul pada salah satu dari 31 alam kehidupan sesuai dengan kammanya. Hal ini secara umum disebut pula sebagai suatu permulaan dari bentuk kehidupan baru. ( refr: Mettadewi W. SH. SAB - Pokok-pokok dasar Abhidhamma jilid I)

72.      Dengan demikian menurut Buddhisme Theravada, tidak dikenal adanya "Keadaan antara / Alam Penantian" (antara-bhava) atau "Alam Transisi" dari satu kematian kepada kehidupan yang berikutnya, yang berarti tumimbal lahir itu berlangsung segera sebagaimana bola lampu yang dapat diganti segera.

73.  Kesadaran di momen terakhir (cuti citta atau cuti vinnana) milik kehidupan sebelumnya ; dengan cepat berlanjut setelah padamnya kesadaran itu. Karena telah terkondisikan maka timbul momen pertama dari kesadaran pada kelahiran yang sekarang yang disebut hubungan kembali atau kelahiran kembali dari kesadaran ( patisandhivinnana ).

Demikian pula momen pikiran terakhir dari kehidupan ini mengondisikan momen pikiran pertama dari kehidupan yang selanjutnya. Dengan cara ini kesadaran lahir dan mati memberikan tempat pada kesadaran baru. Maka aliran kesadaran tanpa henti ini akan terus berlanjut sampai kehidupan berhenti. Kehidupan dalam hal ini adalah kesadaran – keinginan untuk hidup, keinginan untuk melanjutkan.

Menurut ilmu biologi modern, kehidupan manusia baru dimulai pada saat menakjubkan ketika sel sperma dari ayah bersatu dengan sel telur atau ovum dalam tubuh ibu. Ini merupakan momen kelahiran. Ilmu pengetahuan hanya membicarakan dua faktor fisik yang umum ini saja. Akan tetapi, agama Buddha membicarakan pula faktor ketiga yang bersifat rohani.

74. Didalam Mahatanhasamkhaya Sutta, Majjhima Nikaya 38, Sang Buddha mengatakan:

 

" Dengan bertemunya ketiga faktor ini maka pembuahan terjadi. Jika calon ibu dan ayah bersatu, tetapi bukan pada masa subur si calon ibu, dan makhluk hidup yang akan dilahirkan ( gandhabba ) tidak ada, maka benih kehidupan tidak tertanam. Jika kedua calon orang tua bersatu dan pada masa subur si calon ibu, tetapi gandhabba atau makhluk hidup yang akan dilahirkan tidak ada, maka tidak terjadi pembuahan. Jika calon ibu dan ayah bersatu, dan pada masa subur si calon ibu, serta makhluk hidup yang akan dilahirkan, gandhabba, juga ada, maka benih kehidupan tertanam di sana. "

Faktor ketiga, gandhabba, hanyalah istilah untuk kesadaran lahir kembali ( patisandhi vinnana ). Dapat pula disebut kekuatan energi yang dilepaskan dari orang yang meninggal dunia. Tetapi kesadaran yang lahir kembali bukanlah diri yang kekal, roh ataupun satuan hidup yang merasakan buah dari perbuatan baik dan jahat. Kesadaran juga disebabkan oleh kondisi. Terpisah dari kondisi, maka tidak akan timbul kesadaran.

Lebih lanjut Sang Buddha berkata:

“ Untuk dapat  terlahir  kembali,  Tiga  syarat  harus  dipenuhi : Sepasang( Calon ) Orang tua yang subur, hubungan seksual dan adanya gandhabba”

(Majjhima Nikaya I : 265 ).

75.  Istilah Gandhabba berarti “ Datang dari tempat lain ”, mengacu pada suatu arus energi batin yang terdiri dari kecenderungan-kecenderungan, kemampuan-kemampuan dan ciri-ciri karakteristik yang meninggalkan badan yang telah mati. Ketika badan mati, “Batin bergerak keatas”/uddhamgami . (Samyutta Nikaya V : 370 ) , dan mengembangkan diri lagi pada sel telur (calon) ibu, yang baru saja dibuahi. Janin tumbuh, lahir dan berkembang sebagai pribadi baru dengan diprasyarati, baik oleh karakteristik batin yang terbawa (dari kehidupan lampau) juga oleh lingkungan barunya. Kepribadiannya akan berubah dan bermodifikasi oleh usaha kesadaran, pendidikan, pengaruh orang tua dan lingkungan sosial. Watak menyukai atau tidak menyukai, bakat kemampuan dan sebagainya, yang dikenal sebagai “ Sifat bawaan dari sejak lahir ” pada setiap individu sebenarnya adalah terbawa dari kehidupan sebelumnya. Dengan kata lain, watak serta apa yang dialami pada kehidupan kita saat sekarang, pada tingkat-tingkat tertentu   adalah  hasil  (vipaka)  dari perbuatan (kamma) kehidupan lampau. Perbuatan-perbuatan kita selama hidup, demikian pula, akan menentukan di alam kehidupan mana kita akan dilahirkan.

76. Secara sederhana, untuk dapat mengerti bagaimana “Batin” “berpindah” dari satu badan ke badan yang lain, maka kita dapat membandingkannya dengan pancaran siaran radio. Gelombang radio, yang jelas memang tidak terdiri atas musik atau pidato, namun adalah energi pada frekwensi-frekwensi yang berbeda, dipancarkan lewat angkasa, tertarik dan ditangkap oleh pesawat penerima/radio yang kemudian disiarkan sebagai  musik  atau  pidato. Dengan cara yang sama, “ Batin ” meninggalkan badan pada saat kematian, bergerak diangkasa, tertarik dan masuk ke sel  telur  yang  telah dibuahi dan di “siarkan ” sebagai suatu pribadi baru. (Bukti-bukti ilmiah yang mendukung, pendapat para filsuf dan laporan-laporan pendapat umum tentang doktrin kelahiran kembali ini, dapat disimak pada halaman 69 ; “Bukti-bukti yang mendukung doktrin kelahiran kembali.”-Red )

77. Dalam proses kelahiran kembali atau rebirth (bahasa Inggris), tidak terjadi suatu perpindahan roh/jiwa/kesadaran ke dalam jasmani yang baru. Yang terjadi dalam proses kelahiran kembali adalah adanya proses berkesinambungan dari kesadaran (citta) pada kehidupan lampau dengan kesadaran (citta) kehidupan baru yang merupakan suatu aksi-reaksi. Oleh karena itu proses kelahiran kembali sangatlah berhubungan dengan proses kematian itu sendiri. Dan kedua proses yang berhubungan dengan batin ini sangatlah kompleks.

78.  Sang Buddha menjelaskan dalam Satta Sutta; Radha Samyutta; Samyutta Nikaya 23.2 {S 3.189} bahwa makhluk hidup pada umumnya dan manusia pada khususnya merupakan perpaduan dari lima kelompok (Panca Khandha), yang kelimanya dikelompokkan menjadi dua bagian. Pertama yaitu jasmani atau fisik dan yang kedua adalah batin. Baik fisik maupun batin ini tidak terlepas dari hukum perubahan, suatu saat muncul dan saat kemudian mengalami pemadaman/mati. Batin sendiri terdiri dari perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran, dan kesadaran. Unsur-unsur batin ini disebut dalam bahasa Pali sebagai citta. Citta juga sering disebut dengan kesadaran. Citta/kesadaran ini mengalami kemunculan, pemisahan dan pemadaman.

79. Pada saat seseorang mengalami kematian, jasmani tidak lagi bisa berfungsi untuk mendukung citta/kesadaran. Citta/kesadarannya pun akan mengalami pemadaman/kematian dan secara otomatis ia meneruskan kesan apapun yang tertanam padanya kepada Citta/kesadaran penerusnya yang tidak lain merupakan Citta/ kesadaran pada kehidupan yang baru. Penerusan Kesadaran (Patisandhi Vinnana) ini terjadi dengan adanya peran dari Kamma yang pernah dilakukan.

Ketika jasmani mengalami kematian, dalam pikiran orang yang sekarat muncul kesadaran yang bernama Kesadaran Ajal (Cuti Citta). Ketika Kesadaran Ajal mengalami pemadaman juga, maka orang tersebut dikatakan sudah meninggal. Tetapi pada saat yang bersamaan pula (tanpa selang/jeda waktu) Citta/kesadaran kehidupan baru muncul. Dan saat itulah seseorang telah dilahirkan kembali, sudah berada dalam kandungan dengan jasmani yang baru berupa janin. Keseluruhan proses ini terjadi dalam waktu yang singkat.

80.  Perumpamaan Lilin

Proses kelahiran kembali dimana tidak adanya peristiwa perpindahan jiwa/roh dapat diperumpamakan seperti sebuah api lilin. Ketika kita melihat sebuah api yang menyala pada sebuah lilin nampak apinya sama saja walaupun telah satu jam telah berlalu. Tidak tampak adanya api dari lilin lain yang menggantikannya. Yang jelas tampak oleh kita adalah memendeknya ukuran lilin tersebut. Tetapi apakah ini berarti api yang menyala tersebut merupakan api yang sama dengan api yang kita lihat satu jam yang lalu? Jawabannya adalah : tidak sama.

Jika kita perhatikan secara seksama, api pada lilin tidak akan hidup tanpa adanya unsur-unsur pendukung seperti batang lilin, sumbu, dan udara (oksigen). Api yang menyala tersebut ternyata merupakan api yang berbeda karena tiap saat disokong oleh bagian dari batang lilin, sumbu dan molekul-molekuk udara yang berbeda. Meskipun disokong oleh unsur-unsur yang berbeda, tetapi api tersebut tetap menyala tanpa perlu padam kemudian menyala lagi. Dengan kata lain adanya proses yang berkesinambungan.

81. Api disini tidak lain adalah kesadaran, batang lilin dan sumbu adalah jasmani, dan udara adalah kamma. Jasmani dan kamma adalah penyokong keberlangsungan kesadaran.

82. Doktrin  kelahiran  kembali amat menarik karena sangat adil. Menurut pandangan agama lain, walau seorang berprilaku baik  dalam hidupnya, maka ia tetap saja dapat dihukum selamanya di neraka kekal, karena dianggap memeluk agama yang salah. Ini jelas sangatlah tidak adil.

83. Kamma  dan  kelahiran  kembali berarti  orang baik  akan terlahir baik, apapun agama yang dianutnya. Pula orang jahat akan tetap mempertanggung jawabkan perbuatannya, walaupun ia “ Insaf ” dan mengubah agamanya dimenit-menit terakhir kehidupannya. Doktrin kelahiran kembali juga memungkinkan setiap orang untuk senantiasa mempunyai kesempatan lagi. Pandangan agama lain, hanya memberikan kesempatan sekali saja. Apa yang dia perbuat dan apa agama yang dianutnya pada masa hidupnya yang singkat ini, menentukan bagaimana dia selamanya secara kekal. Sebaliknya, Sang Buddha menegaskan bahwa bila kita gagal memurnikan diri kita pada kehidupan ini, kita masih dapat melakukannya pada kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang berikutnya lagi. Kelahiran kembali juga  memungkinkan  kita untuk senantiasa menyempurnakan keahlian dan minat kita yang telah kita kembangkan saat ini, pada kehidupan yang akan datang.         

Dengan demikian, secara jujur beralasan bila dikatakan, doktrin kelahiran kembali lebih dapat diterima, lebih adil dan lebih menarik hati dibanding teori tentang masalah sesudah kematian yang lain.

84. Banyak orang enggan menerima doktrin kelahiran kembali karena mereka tidak mampu memahaminya atau karena mereka tidak mampu mengingat kelahiran mereka sebelumnya. Ini bukan alasan yang masuk akal. Kelahiran kembali adalah suatu proses yang tidak dapat diamati dengan indera. Kelahiran  kembali tidak dapat ditemukan dengan pengukuran dan perhitungan matematis atau menggunakan peralatan ilmiah dan mesin, tidak pula dapat difoto atau ditimbang. Namun demikian, bukan berarti Kelahiran kembali itu tidak ada. Manusia modern telah sampai pada kesimpulan bahwa ada begitu banyak hal di alam semesta ini yang tidak dapat diamati dengan indera biasa, sekalipun dengan peralatan ilmiah yang tercanggihpun.

85. Sang  Buddha  adalah  ahli  terbesar  dalam  hal  kelahiran  kembali (Tumimbal lahir/Rebirth), Pada malam agung Pencerahannya, dalam pengamatan pertama Sang Buddha mengembangkan pengetahuan menyadari masa lampau yang memungkinkan mengingat berbagai kehidupan lampaunya;

 

“ Aku mengingat kembali kehidupan-kehidupanku yang lampau, yaitu satu kelahiran, dua, tiga, empat, lima, sepuluh, dua puluh, seratus kelahiran, seribu kelahiran, seratus ribu kelahiran….. demikianlah aku mengingat kembali kehidupan-kehidupanku yang lampau, terperinci berserta ciri-cirinya. Inilah pengetahuan sejati pertama yang kucapai pada malam jaga pertama…..”.

 

“ Aku melihat makhluk-makhluk mati dan lahir kembali, yang hina dan yang mulia, yang cantik dan yang buruk, yang bahagia dan yang malang. Aku melihat bagaimana makhluk-makhluk itu melanjutkan kehidupannya sesuai dengan perbuatan-perbuatannya. Inilah pengetahuan sejati kedua yang kucapai pada malam jaga kedua…”. 

---(Mahasaccaka Sutta , Majjhima Nikaya  36 ).

Ini adalah ungkapan paling awal dari Sang Buddha sehubungan dengan pertanyaan tentang Kelahiran kembali. Hal ini secara meyakinkan membuktikan bahwa Sang Buddha tidak meminjam kebenaran Kelahiran kembali dari sumber-sumber lain yang telah ada, tetapi Beliau berbicara berdasarkan pengetahuan pribadi, pengetahuan yang dikembangkan oleh diri sendiri dan yang juga dapat dikembangkan oleh orang lain.

Dalam Dhammapada XI ; 153, Sang Buddha bersabda :

 

“Dengan melalui banyak kelahiran, aku telah mengembara

dalam samsara (siklus kehidupan).Terus mencari,

namun tak kutemukan pembuat rumah (Tubuh) ini,

Sungguh menyakitkan kelahiran yang berulang-ulang ini ”.

·    Pernahkah kita pada suatu saat, disuatu tempat, berjumpa dengan orang yang belum pernah kita temui sebelumnya, tetapi secara naluriah terasa sudah tidak asing lagi dengan orang tsb ?.

·     Bahkan kadang kita tak habis berpikir ; Mengapa kita tidak menyukai orang itu, padahal kita tidak saling mengenal sebelumnya ?.

·       Pernahkah kita mengunjungi suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya dan secara naluriah terkesan bahwa kita benar-benar mengenali lingkungan sekitarnya dan “merasa” bahwa kita pernah ketempat itu sebelumnya ?

·   Pernahkah disuatu saat, disuatu tempat, kita sedang berkumpul dengan teman atau keluarga kita, dan pada momen tertentu tiba-tiba naluri kita merasakan bahwa situasi dan kondisi seperti itu pernah kita alami sebelumnya?.

Inilah suatu bukti nyata bahwa kehidupan dimasa lalu adalah suatu kebenaran adanya. Walaupun, kebanyakan orang tidak bisa mengingat kehidupan sebelumnya, bahkan tidak mengingat kejadian-kejadian pada masa kecilnya, bahkan kejadian-kejadian sebulan yang lalupun tidak dapat diingatnya dengan baik, dengan demikian tetap menjadi kenyataan bahwa pikiran manusia tampaknya bekerja dengan suatu cara dimana tidak bisa mengingat seluruh peristiwa yang telah lampau.

86.  Pikiran dan cara kerjanya, pada umumnya tidak dimengerti oleh kebanyakan orang. Sedikit yang tahu bahwa “Ingatan bawah sadar” merupakan bagian besar dari pikiran yang tidak biasa kita manfaatkan. Sebenarnya dalam bagian pikiran inilah selamanya tersimpan seluruh ingatan pengalaman-pengalaman / kesan-kesan lampau kita, termasuk kehidupan-kehidupan sebelumnya.

87. Ilmu pengetahuan modern menerima hipotesis bahwa dalam bawah sadar terdapat ingatan lengkap, tidak hanya seluruh rincian kehidupan saat ini, namun termasuk juga tahap-tahap kesadaran lampau yang sejajar dengan kehidupan kita saat ini. Adalah hal yang baik, kita tidak ingat berbagai kekeliruan, kesengsaraan dan prasangka pada kehidupan lampau kita, karena hal itu dapat membuat hidup kita menjadi sangat berat. Ada Kelahiran kembali dalam alam yang bukan manusia, dimana kesan-kesannya tidak tercatat secara jelas. Serangkaian kehidupan semacam itu praktis menghapuskan seluruh ingatan.

88.   Banyak ahli spiritual Barat yang telah menerima Doktrin Kelahiran kembali sebagai suatu fakta, karena merupakan satu-satunya penjelasan yang masuk akal terhadap hal-hal tertentu yang ternyata tidak sesuai dengan konsep ahli spiritual yang lain.

Sekedar contoh, diketahui bahwa dengan perantaraan ahli spiritual dimungkinkan untuk berhubungan dengan orang-orang tertentu yang telah mati, sementara dengan orang lain ternyata tidak dapat. Hal ini selalu menjadi kesulitan besar bagi para ahli spiritual. Namun ajaran Sang Buddha dapat menjawab dengan sederhana, Sang Buddha bersabda  :

 

  Dan apa beragam kamma itu ?

Adalah kamma yang akan berbuah di alam neraka,

di alam binatang, di alam asura, di alam peta, di alam manusia,

pula ada kamma yang berbuah di alam dewa .”

---( Angutta Nikaya III : 414 ).

Dengan demikian, jelas tidak semua makhluk bertumimbal lahir dalam alam spiritual, lebih jauh lagi, beberapa alam kehidupan ini terlampau jauh dari alam manusia untuk dijangkau oleh para cenayang pada umumnya.

 


-oOo-

Anak Ajaib

  ANAK AJAIB   99. Dari masa ke masa, anak-anak ajaib muncul kepermukaan bumi ini. Meski kemunculan anak-anak tersebut bukan merupakan bu...